Gerbang
Berita Pilihan
Bangun Madura dengan Government Guarantee
Berita Pilihan
Bangun Madura dengan Government Guarantee
| Bangun Madura dengan Government Guarantee |
|
Bangun Madura dengan Government Guarantee Senin, 02 Januari 2012 | 12 : 35 WIB SAMPANG - Untuk mempercepat pembangunan Pulau Madura pasca pembangunan Jembatan Suramadu, perlu adanya jaminan dari pemerintah (government guarantee) untuk para investor, yaitu kesediaan tanah, perijinan, listrik dan sumber daya manusia yang pengungkitnya ada di Bangkalan. Demikian usulan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo pada acara Rakor Percepatan Pembangunan Madura Pasca Suramadu di gedung PKK kab. Sampang, (7/12/12). Ia mengingatkan akan pentingnya infrastruktur jalan untuk membangun Madura baik yang menghubungkan Surabaya-Madura atau pun antar kabupaten. Saat ini, infrastruktur di Madura masih terdapat beberapa kendala. “Misalnya rencana pelebaran jalan mulai Bangkalan sampai Sumenep yang terkendala oleh rel kereta api. Termasuk di dalamnya pembangunan Waduk Nipah yang belum sepenuhnya tuntas dilaksanakan,” papar Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim. Gubernur pun mewanti-wanti, potensi bidang pertanian yang diolah menjadi industrI kecil. “Hasil produksi pertanian bisa dijual setelah menjadi produk olahan yang nantinya akan menambah nilai jual sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” papar Pakde Karwo. seperti dilansir dari http://birohumas.jatimprov.go.id (02/01/2012) Mengenai BPWS, dihadapan para wartawan Gubernur mengintruksikan agar segera menyinkronisasikan penataan ulang tata ruang yang dilakukan oleh BPWS dengan tata ruang yang dibuat oleh masing-masing kabupaten. “Pemkab harus dilibatkan dalam membuat rencana tata ruang. Karena yang sangat menentukan adalah kerjasama diantara dua pihak tersebut,” tegasnya. Bupati Sampang Noer Tjahya mengatakan latar belakang rakor ini adalah menyinergikan visi dan misi tiap kabupaten yang berada di wilayah Madura. Jika Madura bersatu maka ke depan tidak akan memberatkan anggaran provinsi. “Selain itu forum ini sebagai ajang silaturahmi yang hasuilnya nanti dapat ditindaklanjuti oleh masing-masing kabupaten dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” imbuhnya. Selain itu ,tujuan rakor ini adalah membahas permasalahan pembangunan masing-masing kabupaten, khususnya pasca jembatan Suramadu. “Untuk mencapai target pembangunan Madura kiranya perlu digali potensi melalui local branding,” terang Noer Tjahya. Pada kesempatan itu, Bupati Sampang memaparkan enam pokok permasalahan umum yang ada di Madura yaitu, Tata Ruang Madura secara umum yang masih bersifat parsial sehingga perlu ada keterpaduan dalam penyususnan tata ruang yang terintegritas dalam empat kabupaten; Batas Wilayah, perlu adanya penegasan batas wilayah terutama antara Bangkalan dan Sampang; Kawasan Wisata, Madura belum mempunyai local branding masih perlu sentuhan para ahli yang mencerminkan kebudayaan local; Air Bersih, masih minimnya air bersih terutama pada musim kering sehingga perlu pembangunan dan perbaikan sarana dan prasarana; Sumber Daya Alam, masih sedikit upaya eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi, perlu waktu yang hal tersebut yang berwawasan lingkungan; dan terakhir Investasi rendahnya minat investor karena terkendala infrastruktur. (reima) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Berita Lain
- 2012, Rumah Sangat Murah dari Kemenpera
- Lebaran, Tidak Ada Jalan Berlubang di Jatim
- Menkeu Wajibkan Bunga KPR Dibawah 10%
- DPD REI SULSEL: Bunga KPR Ideal 10%
- Skema Baru Pengaruhi Realisasi Perumahan
- Penurunan Bunga KPR Bersubsidi Harus Hati-Hati
- BLU Pusat Pembiayaan Perumahan Dibentuk
- Pembiayaan Perumahan Diluncurkan
- Fasilitas Likuiditas Skema Baru Kredit RSH
- Menkeu Minta Subsidi Tepat Sasaran
- Suku Bunga Kredit Rumah Turun
- 17 Vendor Proyek Suramadu Belum Dibayar