Gerbang
Berita Pilihan
Pancadarma Pacu Kualitas Jasa Konstruksi
Berita Pilihan
Pancadarma Pacu Kualitas Jasa Konstruksi
| Pancadarma Pacu Kualitas Jasa Konstruksi |
|
Pancadarma Pacu Kualitas Jasa Konstruksi Rabu, 25 Januari 2012 | 13 : 29 WIB SURABAYA - Di tengah iklim bisnis jasa konstruksi dewasa ini yang kian ketat, inovasi menjadi harga mati yang harus dilakukan oleh para pelaku usaha di bisnis tersebut jika masih ingin eksis. "Tanpa inovasi, perusahaan konstruksi yang biasa-biasa saja pasti akan tergilas," ujar Direktur Utama PT Pancadarma Puspawira, Soetarman, seperti dilansir dari kabarbisnis.com. Rabu (25/1/2012), Berdiri sejak tahun 1976, Pancadarma adalah salah satu pemain besar di industri jasa konstruksi. Bidang usahanya meliputi pembangunan umum : jalan, jembatan, pengairan, dan gedung. Tak hanya menggarap bisnis konstruksi, sayap usaha Pancadarma juga mengembang ke sektor usaha hilir migas lewat sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di beberapa kota. Pancadarma telah berpengalaman dalam menggarap banyak proyek besar di berbagai daerah, mulai dari pembangunan jalan, peningkatan jalan, pemeliharaan jalan, pembangunan jembatan di Sungai Brantas dan di Bengawan Solo serta gedung-gedung. "Komitmen kami adalah dengan menjaga mutu dan kualitas produksi supaya hasil tetap terjaga dengan baik. Kami juga terus menambah/meningkatkan SDM yang berkualitas serta serta memperbarui peralatan kerja," ujar Soetarman. Soetarman mengatakan, perbaikan kualitas dan inovasi menjadi harga mati karena kompetisi di bisnis konstruksi semakin kejam, Makin ketatnya kompetisi di bisnis jasa konstruksi berlangsung dalam dua sisi sekaligus. Pertama, kompetisi ketat antarpelaku usaha jasa konstruksi di dalam negeri. Hingga kini, seiring gairah perekonomian, perusahaan-perusahaan jasa konstruksi bermunculan bak jamur di musim hujan. Ratusan ribu perusahaan konstruksi tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Konsekuensinya, tentu saja kompetisi makin ketat. Kedua, kompetisi bakal makin sengit dengan kehadiran para pelaku usaha jasa konstruksi asing. Selama ini, keran kehadiran pelaku usaha jasa konstruksi belum sepenuhnya dibuka. Namun, ke depan, ketika keran itu dibuka lebih lebar, bisa dipastikan para pelaku usaha asing akan membanjiri tanah air. Pasar yang besar dengan kebutuhan jasa konstruksi yang tinggi mengingat pembangunan di Indonesia belum merata adalah daya tarik tersendiri bagi pelaku usaha jasa konstruksi asing. "Karena itulah, sejak sekarang kita harus berbenah dan melakukan banyak inovasi agar perusahaan konstruksi dalam negeri bisa tetap eksis dan berkembang," ujarnya. Soetarman menambahkan, perlunya menjalin kerja sama yang sinergis dengan menggandeng Quantity Surveyor (QS) yang benar-benar handal dan teruji. QS adalah pakar ekonomi-konstruksi yang mampu melakukan kalkulasi secara tepat dengan memperhitungkan berbagai aspek ekonomi selama proses konstruksi berlangsung. Dengan memakai QS yang sudah profesional, segala macam aspek dalam proses konstruksi, mulai dari biaya hingga manajemen bisa ditangani dengan baik. Para pengusaha konstruksi pun akan dapat dihindarkan dari potensi kerugian karena nilai terbaik dari setiap uang yang dikucurkan (best value for money) benar-benar dicermati selama proses pengerjaan proyek berlangsung. (reima) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Berita Lain
- 2012, Rumah Sangat Murah dari Kemenpera
- Lebaran, Tidak Ada Jalan Berlubang di Jatim
- Menkeu Wajibkan Bunga KPR Dibawah 10%
- DPD REI SULSEL: Bunga KPR Ideal 10%
- Skema Baru Pengaruhi Realisasi Perumahan
- Penurunan Bunga KPR Bersubsidi Harus Hati-Hati
- BLU Pusat Pembiayaan Perumahan Dibentuk
- Pembiayaan Perumahan Diluncurkan
- Fasilitas Likuiditas Skema Baru Kredit RSH
- Menkeu Minta Subsidi Tepat Sasaran
- Suku Bunga Kredit Rumah Turun
- 17 Vendor Proyek Suramadu Belum Dibayar