Gerbang arrow Berita Pilihan arrow Menkeu Minta Subsidi Tepat Sasaran
Menkeu Minta Subsidi Tepat Sasaran
Jum'at, 30 Juli 2010 -- 10:03:21 WIB
Menkeu Minta Subsidi Tepat Sasaran
JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo meminta agar Badan Layanan Umum (BLU) Pembiayaan
Perumahan menyalurkan subsidi secara tepat sasaran. Selama ini subsidi perumahan banyak dinikmati kalangan mampu. ”Tujuan dibentuknya BLU Pembiayaan Perumahan ini mulia. Kita memberikan perhatian kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk bisa mendapatkan fasilitas perumahan yang terjangkau,” kata Agus dalam acara peluncuran BLU Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, kemarin. Agus menjelaskan, BLU Pembiayaan Perumahan ini dikelola oleh Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) dan akan mulai bekerja pada semester II/2010 dengan anggaran sebesar Rp2,683 triliun. Pemberian fasilitas perumahan tersebut, lanjut Agus, hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah atau kurang dari Rp2,5 juta per bulan jika ingin mengambil rumah tapak (landed house). Sedangkan untuk kepemilikan rumah susun sederhana milik (rusunami) harus memiliki penghasilan Rp4,5 juta per bulan.

”Dengan fasilitas ini, kita berharap masyarakat akan lebih mudah memperoleh rumah,” ujar dia. Agus menambahkan,agar pemberian fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan tersebut bisa teratur, pemerintah memberikan syarat bahwa nasabah harus punya nomor pokok wajib pajak (NPWP) dan SPT terakhir. Sementara itu, Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa mengatakan,penetapan persyaratan tersebut didasarkan pengalaman pada masa lalu yang penyalurannya tidak tepat sasaran. ”Jadi kalau main-main dengan NPWP hukumannya pidana,” kata dia. Fasilitas likuiditas ini, kata Suharso, menggunakan metode pembiayaan campuran (blended financing) yang bersumber dari APBN dan kemudian digabung dengan dana dari perbankan dan sumber lainnya.

Sementara proses verifikasi akan langsung dilakukan oleh perbankan. Dengan adanya BLU,menurutnya, masalah kebutuhan rumah bagi masyarakat diharapkan bisa direduksi. Kebijakan fasilitas likuiditas merupakan terbosan pengembangan pembiayaan perumahan jangka panjang sehingga bisa menurunkan suku bunga buat kredit perumahan. ”Dengan pola blended ini suku bunga diharapkan bisa turun di bawah 10% atau menjadi satu digit dengan bunga tetap sepanjang tenor,”kata Suharso. Adapun bank yang ditunjuk untuk menjalankan program tersebut adalah BTN.Direktur Utama BTN Iqbal Latanro mengatakan, dengan dana pendamping seperti ini, suku bunga kredit akan makin rendah dan cakupan pasar untuk pembiayaan ini akan semakin besar. ”Buat bank dana tersebut menjadi sumber pendanaan baru yang terjamin,”kata dia.

Dia mengungkapkan,agar bisa menekan suku bunga bank lebih rendah seperti yang diharapkan pemerintah, komposisi pembiayaan perumahan dari BTN dan BLU setidaknya bisa seimbang.Jika dengan pola konvensional BTN biasa mengenakan suku bunga sebesar 10,5% sampai 11%,dengan pola ini bisa kurang dari 10%. (bernadette lilia nova/www.seputar-indonesia.com)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >